umpatan dan pujian Kenarok3000


Tri Media Ajak PT Sumut Berantas Mafia Peradilan
November 20, 2008, 3:09 am
Filed under: Uncategorized

rimedia Panjaitan : DPR-RI Minta Mafia Peradilan Dibersihkan

Kunjungan kerja DPR-RI ke Pengadilan Tinggi Sumatera Utara menyoroti tentang pengawasan dan peran hakim pengawas. Menurut Trimedia salah seorang anggota DPR RI mengatakan agar fungsi hakim pengawas lebih ditingkatkan, karena disinyalir di pengadilan negeri terdapat mafia peradilan. “Kita minta kepada Ketua Pengadilan Tinggi agar mafia tanah ini dibersihkan dari lingkungan peradilan “ ujar Tri Media

Selanjutnya Trimedia Panjaitan juga mengatakan bahwa DPR-RI juga menyoroti kasus vonis hakim PN Medan yang dipalsukan. Sebagai solusinya DPR-RI telah mendapat jawaban dari ketua Pengadilan Tinggi Sumut Kimar Saragih SH, bahwa putusan hakim akan diberikan secara terpisah kepada rutan dan kejaksaan.

Secara umum kunker DPR-RI bertujuan untuk mengetahui penggunaan anggaran APBN yang diterima 4 peradilan yang ada di Medan Sumatera Utara. Yang tak kalah pentingnya menurut Trimedia adalah rencana penegakan hukum yang diterapkan MA dan jajarannya ke depan. Sehingga DPR-RI dapat mengetahui kebutuhan anggaran, karena menurut Trimedia bahwa sekarang ini besarnya anggaran disesuaikan atau berbasis pada kinerja. DPR-RI juga menyoroti tentang fasilitas perumahan hakim yang dinilai kurang layak.

Mengenai kualitas hakim, menurut Trimedia Panjaitan yang berasal dari frakasi PDIP Perjuangan mengatakan kwalitas hakim perlu ditingkatkan karena banyaknya vonis vonis khususnya tindak pidana yang menarik perhatian masyarakat belum sesuai dengan yang diharapkan pemerintah. “ banyak perkara narkoba divonis rendah “ ujar Trimedia.

Khusus untuk mafia tanah yang melakukan gugatan untuk merampas tanah rakyat, Trimedia Panjaitan yakin bahwa para mafia tanah tersebut bekerja sama dengan orang dalam pengadilan sendiri. Dan untuk itulah DPR-RI minta agar mafia ini dibersihkan dari lingkugan peradilan. (PPHE)



Raja Bantah Menipu
November 20, 2008, 3:06 am
Filed under: Uncategorized
Dalam Persidangan
Raja Akui Dia Tak Menipu
Medan (Skala)
Sidang kasus penipuan dengan terdakwa Ahmad Raja Nasutioan (38) warga Jalan Nusa Indah Gang Kenanga Deli Serdang kembali digelar di Pengadilan Negeri Medan, Selasa (11/11).
Kali ini sidang yang digelar untuk mendengarkan keterangan terdakwa Ahmad Raja Nasutioan yang juga mantan Ketua FSPTI-SPSI Sumut tersebut dan saksi Awa Abel Sirait.
Pada keterangan terdakwa tersebut, Mantan Ketua FSPTI-Sumut dalam persidangan mengaku tidak pernah melakukan penipuan sebesar Rp 71 Juta kepada korban Magantan Tua Gultom.
Dimana terdakwa menuturkan keterangan tersebut dihadapan majelis hakim yang diketuai Hakim, Petriyanti SH didalam persidangan.
Raja membantah telah melakukan penipuan seperti yang disebutkan, salah seorang saksi Awa Abel Sirait. Saksi ini mengaku ada mendampingi Magantan Tua Gultom untuk menyerahkan sejumlah uang kepada Raja agar Mangantan bisa menjadi Ketua SPSI Kota Medan.
Pada waktu itu mereka mengadakan pertemuan di Hotel Semarak Medan 25 Desember 2007 lalu. Dalam pertemuan itu Raja meminta uang Rp5 juta. Selang beberapa pekan kemudian Raja kembali meminta uang Rp5 juta dengan mengambil lokasi yang sama. Permintaan Raja tidak sampai disitu saja. Beberapa pekan kemudian, Raja kembali meminta uang kepada Mangantan sebesar Rp 5 juta, namun kali ini mengambil lokasi di Hotel Novotel.
Berikutnya transaksi kembali terjadi di Hotel Novotel, Raja meminta uang sebesar Rp5 juta.”Cuma itu saja saya yang tahu, jumlahnya semuanya Rp20 juta,  pembayaran berikutnya saya tidak tahu lagi, yang katanya sampai Rp71 juta, karena saya tidak mendampingi kawan saya itu” kata saksi ini.
Raja yang duduk di samping saksi ini awalnya terlihat tenang mendengar pengakuan Awa. Usai memeriksa saksi, Raja pun dipersilahkan memberikan komentar oleh Hakim tentang keterangan Awa. Seketika itu juga Raja mengegakkan badannya sembari berkata,”Itu tidak benar Bu Hakim,” tepisnya.
Majelis Hakim pun langsung memerintahkan Raja untuk duduk di kursi pesakitan. Hakim pun memberikan pertanyaan mengapa Raja sampai menerima uang tersebut. Rajapun beralasan uang tersebut bukan berasal dari Mangantan melainkan kiriman dari Siantar dan Simalungun
.”Uang itu untuk membahas masalah SPSI di Jakarta, istilahnya uang sumbangsih selama di Jakarta bukan supaya dia jadi Ketua,” kilahnya.
Mendengar jawaban terdakwa Hakim pun langsung melontarkan pertanyaan.”Jadi mengapa anda sampai diadukan, saya tahu organisasi dengan tanda tangan ketua segala sesuatu bisa diatur dengan uang, benarkan itu” kata Hakim seraya disambut tepukan tangan oleh masyarakat yang menyaksikan jalannnya persidangan.
Mendengar pertanyaan Hakim tersebut, Raja pun berkata,”Ini sudah takdir Bu Hakim, saat saya menjabat Ketua masalah ini tidak ada, setelah saya digulingkan enam bulan lalu, kasus inipun muncul,” kilah pria berkumis ini.
Mendengar jawaban Raja, Majelis Hakimpun berkata,”Ini bukan takdir melainkan pilihan kamu,” tukas Hakim.
Sementara, Jaksa Penuntut Umum Elman Hulu SH tidak mengomentari pemeriksaan saksi dan terdakwa di dalam persidangan ini.
Sidang dilanjutkan pada Minggu depan, guna mendengarkan tuntutan dari JPU. (ded)


Bendahara Aslan Tunggu Giliran
November 20, 2008, 3:04 am
Filed under: Uncategorized

Bendahara Dishub Medan Syaparuddin Akan Disidang

Berkas Acara Pemeriksaan (BAP) dugaan korupsi APBD Medan sebear Rp 697,5 juta yang diperuntukan untuk dana sosialisasi lalu lintas dan pengangkatan pegawai honor Dishub Medan, dengan tersangka Bendahara Syafaruddin akan disidangkan di Pengadilan Negeri Medan.

”BAPnya akan kita serahkan ke Pengadilan untuk disidangkan,” kata Humas Kejatisu, Edi Irsan kepada wartawan, Rabu (12/11).

Menurut juru bicara Kajatisu ini, tim penyidik kini sudah mempersiapkan berkas perkara Syafaruddin yang menyangkut kasus korupsi yang juga melibatkan mantan Kepala Dishub Medan, Aslan Harahap yang menyalahgunaan uang APBD sebesar Rp 697,5 juta

Aslan yang divonis 1 tahun penjara subsider 3 bulan penjara sebelumnya di persidangan pernah mengakui di depan Hakim dan Jaksa bahwa korupsi ini jangan melibatkan dirinya saja. Terbukti, dalam penyidikan Kejatisu juga menyeret Bendahara Dishub Medan Syafaaruddin yang diduga bersekongkol dengan Aslan untuk mengerogoti uang kas daerah itu.

Sekadar mengingatkan, Dalam persidangan Aslan ketika itu dituntut 1,6 tahun namun dalam vonis Aslan dijatuhi hukuman 1 tahun penjara, ditambah dengan denda Rp50 juta dan mengganti kerugian negara 450 juta. Jika denda tidak dibayar maka sebagai gantinya 3 bulan kurungan, sedangkan bila kerugian negara tidak diganti maka diganti dengan kurungan 3 bulan penjara. Hanya saja, Aslan tidak mengganti uang Rp450 yang dikorupsinya, ia memilih menambah tiga bulan hukumannya. Hanya saja, belum sampai Aslan menjalani 1 tahun penjara plus tiga bulan tambahan kurungan ia sudah bebas.

Sidang Lanjutan Penyeludupan Kulit Trenggiling

Hakim Tolak Saksi Ahli

Setelah kemarin (Senin 10/11) Pengadilan Negeri (PN) Medan memvonis tiga penyelup kulit trenggiling, kini PN Medan menyidangkan terdakwa lain, Amir Hamzah, Kepala BKSDA Resort Belawan dalam dakwaan pemalsuan tanda tangan dan pemberian ijin dengan cara ilegal.

Sayangnya, dalam persidangan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Tri Chandra SH, tidak membawa saksi ahli yang tepat, sehingga majelis hakim yang diketuai Kartim Khaeruddin SH menolak keberadaan saksi yang duduk sbagai saksi ahli.

” Anda mengerti bagaiamana prosedur tentang kewenangan memberikan ijin tidak, gimana nih buk Jaksa., yah udah sidang ditunda minggu depan saja” kata majelis hakim
Ir Tandya, Saksi ahli ini, menurut majelis tidak memiliki kapasitas untuk menjadi saksi ahli dalam hal pengeluaran surat ijin,karena yang bersangkutan saksi ahli lulusan kehutanan bukanya dari BKSDA, sehingga tidak mengetahui bagaimana mekanisme pemberian ijin kepada 258 tranggiling yang telah mati,ungkap Kartim.
Sebelumnya tiga terdakwa yang terlibat secara bersama-sama melakukan penyelundupan 258 kulit  tringgiling  keluar negeri dari pelabuhan Belawan.Dua dari tiga terdakwa dikenakan tuntutan masing-masing 5 tahun penjara denda Rp 10 Juta subsidair 2 bulan kurungan dan divonis masing-masing 2 tahun denda Rp 5 juta subsider 1 bulan kurungan dan satu orang terdakwa lainnya dikenakan tuntutan 4,6 tahun penjara denda Rp 10 Juta Subsidair 2 bulan kurungan, kemudian divonis 1 tahun 6 bulan dengan denda dan subsider yang sama dengan dua tadi.



Mahasiswa Desak Kejatisu Usut Korupsi di Tiga Instansi Pemko
November 20, 2008, 3:02 am
Filed under: Uncategorized

FM2B Desak Kejatisu

Usut dan Tangkap Pelaku Korupsi Di Tiga Instansi Milik Pemko Medan

Puluhan orang yang tergabung dalam organisasi Forum Mahasiswa dan Masyarakat Bersatu (FM2B) Kota Medan, melakukan aksi unjukrasa ke kantor Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejatisu), Rabu (12/11) Pagi.

Tuntutan puluhan pengunjukrasa ini meminta, agar tim penyidik korupsi Kejatisu melakukan pemeriksaan dan penahanan terhadap oknum-oknum pejabat di tiga instansi di Pemko Medan terkait dalam kasus dugaan korupsi.

Secara bergantian, para orator menyampaikan tuntutan mereka sehubungan dengan tindakan korupsi tersebut. Pengunjukrasa dalam aksinya menpertanyakan kepada pihak penyidik kenapa sampai sekarang ini oknum-oknum pejabat yang bersangkutan belum diperiksa.

“Kita minta pihak kejaksaan untuk memeriksa dugaan korupsi di Dinas Pariwisata Kota Medan, Dinas Pendidikan Kota Medan dan Dinas Perhubungan Kota”, teriak Reno salah satu orator yang menyampaikan aspirasi ke Kejatisu.

Seperti adanya dugaan korupsi penyelenggaraan PAN ASIA oleh Dinas Pariwisata Kota Medan, yang berasal dari APBD 2007 sebesar Rp 1.4 Milyar, begitu juga dengan dugaan korupsi ditubuh Dinas Pendidikan yang mencapai milyaran rupiah ini kenapa tidak diusut, seperti penggunaan anggaran yang berasal dari APBD 2007 tentang ada dugaan korupsi pembangunan gedung kelas Internasional SMU Negeri I Medan dengan total pembangunan Rp 1.475.000.000,- selain itu tentang pengadaan mobiler dengan tender Rp 2 Milyar, dan dugaan adanya permainan dengan pembayaran uang pelicin dari dana BOS dari setiap Kacabdis sebesar 17 persen pada tahun 2006/2007 ini, sudah sejauh mana pihak pihak penyidik kejatisu telah melakukan pemeriksaannya.

Lain halnya tentang adanya dugaan korupsi median jalan yang dilakukan oleh Dinas Perhubungan Kota Medan, dimana dalam pemasangan median jalan dengan nilai total anggaran Rp 2 Milyar untuk pemasangan 1000 unit Paku Median Jalan (Solar Light) dengan tenaga surya ini diduga dikerjakan berdasarkan tender fiktif sehingga nantinya kita berharap agar pihak kejaksaan untuk lebih serius dalam permasalahan tersebut.

Para pengunjukrasa yang menyampaikan aspirasinya ini, langsung ditanggapi oleh Kasi Penkum Kejatisu, Edy Irsan Kurniawan Tarigan SH, dimana kepada pengunjukrasa, edy hanya mengatakan kalau mereka sangat serius dalam menangani suatu perkara korupsi, akan tetapi bila ada kerugian negara dalam masalah kasus korupsi tersebut langsung kita lakukan pemeriksaan intensif bahkan bila perlu tersangkanya ditahan.

Mengenai adanya tuntutan pengunjukrasa, sampai saat ini untuk kasus dugaan korupsi dana PAN Asia di tubuh Dinas Pariwisata Kota Medan kini kasusnya pada tingkat penyelidikan. Sementara itu dua kasus dugaan korupsi yang berada di Dinas Perhubungan dan Pendidikan Kota Medan, tentunya dengan adanya laporan dari masyarakat ini akan kita teruskan kepada pimpinan untuk melakukan penyelidikan, terutama untuk melakukan pengumpulan bahan dan keterangan (Pulbaket), sehingga jika adanya temuan kerugian negara dari hasil penyelidikan nanti akan dinaikan kepada tingkat penyidikan.

Setelah mendengarkan keterangan Edy, maka pengunjukrasa langsung membubarkan diri. Berharap agar pihak kejatisu langsung melakukan penyelidikan dan menyeret para pelaku koruptor tersebut. (ams)



Saya, Pemuda, Mahasiswa dan Perguruan Tinggi Saya
September 13, 2008, 3:41 pm
Filed under: Uncategorized
Budi Alimuddin

Budi Alimuddin

Mahasiswa dan Pemuda Dalam Koridor Perubahan

Budi Alimuddin SS (Wartawan, Alumni HMI Komisariat Fakultas Sastra USU)

Disarikan dari berbagai sumber :

Jawab pertanyaan ini (Dalam Konteks Mahasiswa Dan Pemuda) sebelum anda membaca point-point dibawah :

1. siapa saya?

2. dimana saya?

3. untuk siapa saya?

4. kemana saya akan pergi?

Identifikasi diri anda secepatnya sesuai intelegensia anda.

Lalu pejamkan mata anda selama 5 menit. Dan bayangkan perjalanan anda hingga sampai di ruangan ini saat ini!!!. jangan dibuka sebelum anda dapat mengidentifikasi diri anda.

Sebuah curahan hati dan pikiran hasil amatan dan pengalaman

Saat kecil mungkin anda semua bercita-cita ingin menjadi orang yang benar-benar berguna dalam segala hal. Minimal untuk diri anda sendiri, mama anda, papa anda atau nenek anda. Itu pasti!. Apakah itu anda ingin gagah menjadi tentara, polisi, dokter, pilot, pemain film, kepala daerah atau apalah yang berbau-bauh gagah, kaya dan terkenal.

Namun lihat diri anda sekarang. Perhatikan warna pakaian, cara berpakaian, rambut, kopiah, tas sepatu dan bila perlu kaos kaki anda dilihat. Apa yang anda simpulkan?. Biasa-biasa saja. Sebab anda sedang mendaki menuju impian anda.

Lalu apa hubungannya dengan materi kita?.

Jika anda sudah menemukan identitas dalam konteks mahasiswa dan pemuda anda akan mendapati diri anda adalam tumpuan dan harapan keluarga anda. Coba hitung berapa saudara anda yang mampu kuliah?. Dan hitung juga saudara anda yang tak mampu kuliah bahkan tak mampu sekolah. Coba mulai dihitung.

Jika sudah dapat, coba kembali ke tingkah diri anda sejenak saat ini dan selama ini.

Mahasiswa atau anak kuliahan, kata saudara kita yang tak kenal bangku PT (perguruan tinggi) adalah orang cerdas, pintar, kaya, dan beruntung.

Apakah kita memungkiri hal itu?. Tidak pastinya. Memang saya, anda dan kita adalah orang yang beruntung. Dalam hal pendidikan tinggi. Cerdas?. Pasti cerdas, wong kuliah itu rumit kok. Pintar?. Pasti pintar sebab ketika kita masuk ke PT kita dijejali dengan berbagai teori, analisis, dan kasus-kasus unik.

Lalu ketika kita orang yang beruntung? Apakah kita lalu berniat membuntungi orang yang tak beruntung?. (Maksud saya, membodohi orang yang tak beruntung tadi?). tentu enggak kan bro…?.

Inilah kewajiban kita sebagai mahasiswa. Sesuai dengan tiga tujuan dasar di dirikannya perguruan tinggi. Yaitu pendidikan (mendidik diri sendiri dan orang lain). Penelitian (melakukan riset pada fenomena-fenomena demi kesejahteraan, keadilan, dan kemakmuran manusia). Dan pengabdia pada masyarakat, membuat jembatan keberuntungan pada masyarakat yang kurang beruntung tadi. Sebab kita orang yang beruntung, yaitu memiliki kecerdasan, keberuntungan, kesempatan dan tentunya modal untuk terus berjalan dan mengarungi gelombang kehidupan. Nah kalau yang tak memiliki itu semua?. Ia pasti akan kesulitan dalam mengarungi dunia ini. contohnya. Mengapa ada orang membunuh, merampok, mencuri dan melacurkan dirinya demi seusap nasi?. (lain kalau demi kekuasan ya). Karena untuk mencari makanan saja mereka tak memiliki kecerdasan, dan kepintaran. Akhirnya memilih jalan pintas. Ini gambaran umumnya. Kalian mahassiwa juga harus merasa turut bertanggung jawab tehadap maraknya pelacuran dan pembunuhan. Sebab kalian mahasiswa islam yang cerdas, pintar dan beruntung, yang mengerti arti dari islam itu sendiri.

Ok sampai disini ada yang kebingungan dengan cara penyampaian seperti ini?.

Nah kalau pemuda?. Namanya aja pemuda. Orang muda. Usia muda identik dengan kegagahan, tenaga yang kuat, konsentrasi yang masih stabil. Tanggung jawab pemuda udah banyak contohnya. Era kebangkitan nasional Indonesia. Era perebutan kemerdekaan, era mempertahankan kemerdekaan, era PKI, era reformasi, semnuanya pemuda yang bereran. Nah…Di zaman digital ini, pemuda tak bisa tidak harus mampu memimpin. Sebab yang bisa komputer, internet, fotografi digital, menulis secara digital itu ya pemuda. Kalian semua!, termasuk saya!.

Kalau ortu kita, ortu tetangga, ortu saudara kita, ortunya ortu kita bisa apa?. Mesin ketik aja ada yang gak bisa.benar kan?.

Kalianlah yang bertanggung jawab terhadap keutuhan NKRI, keutuhan silaturahim umat Islam Sedunia. Bukan siapa-siapa.

Jadi menjadi mahasiswa sekaligus pemuda itu berat. Namun patriotic. Kita menjadi diri sendiri. Melahap semua buku yang kita minati, sungguh-sungguh dalam melakukan riset, survey, menjalankan program organisasi terutama HMI. Kritis terhadap orang tua (birokrat kampus) yang menjadi pemimpin tetapi menipu kita tiap hari.

Saya sarankan banyak membaca buku-buku tentang riwayat tokoh-tokoh terkenal. Seperti Muhammad SAW, Shalahuddin Al Ayubi, che guavara, alexander the great, soekarno, suharto, bung hatta, mohammad nasir, lafran pane, adam malik, munir, napoleon bonaparte, dan banyak lagi tokoh pemuda yang dapat menginspirasi kita untuk tetap religius, patriotic, nasionalis, dan manusiawi.

Akhir kata, semoga sukses menempuh pendidikan non formal sebagai pemimpin melalui Himpunan Mahasiswa Islam (yang kiprahnya sudah diakui di Indonesia). Jangan salahs ebut ya. HMI adalah Himpunan Mahasiswa Islam. Jika ingin lebih dalam lagi ikut basic training HMI. Anda akan menemukan jawaban siapa anda dan mengapa anda harus ikut HMI.

Wassalam WR WB.

Yakin Usaha Sampai

Bersyukur dan Ikhlas

Bahagia HMI



Riwayat Hidup Kenarok
September 13, 2008, 1:54 pm
Filed under: Uncategorized

sejarah singkat kenarok idola saya!

KERAJAAN SINGOSARI
Nama kerajaan Singosari tentu bukan sesuatu yang asing bagi Anda karena Singosari sangat identik dengan Ken Arok dan banyak cerita dan lakon drama yang mengambil ide cerita dari riwayat hidup Ken Arok dan berdirinya Singosari.

Sumber-sumber Sejarah
Keberadaan kerajaan Singosari dibuktikan melalui candi-candi yang banyak ditemukan di Jawa Timur yaitu daerah Singosari sampai Malang, juga melalui kitab sastra peninggalan zaman Majapahit yang berjudul Negarakertagama karangan Mpu Prapanca yang menjelaskan tentang raja-raja yang memerintah di Singosari serta kitab Pararaton yang juga menceritakan riwayat Ken Arok yang penuh keajaiban. Kitab Pararaton isinya sebagian besar adalah mitos atau dongeng tetapi dari kitab Pararatonlah asal usul Ken Arok menjadi raja dapat diketahui. Sebelum menjadi raja, Ken Arok berkedudukan sebagai Akuwu (Bupati) di Tumapel menggantikan Tunggul Ametung yang dibunuhnya, karena tertarik pada Ken Dedes istri Tunggul Ametung. Selanjutnya ia berkeinginan melepaskan Tumapel dari kekuasaan kerajaan Kadiri yang diperintah oleh Kertajaya. Keinginannya terpenuhi setelah kaum Brahmana Kadiri meminta perlindungannya. Dengan alasan tersebut, maka tahun 1222 M/1144 C Ken Arok menyerang Kediri, sehingga Kertajaya mengalami kekalahan pada pertempuran di desa Ganter.
Dengan kemenangannya maka Ken Arok dapat menguasai seluruh kekuasaan kerajaan Kadiri dan menyatakan dirinya sebagai raja Singosari dengan gelar Sri Rajasa Sang Amurwabhumi.
Sebagai raja pertama Singosari maka Ken Arok menandai munculnya dinasti baru yaitu dinasti Rajasa atau dinasti Girindra untuk menambah pemahaman Anda tentang keturunan dinasti Rajasa, maka simaklah silsilah berikut ini:

Dengan memperhatikan silsilah tersebut di atas, maka yang perlu Anda ketahui bahwa nama yang diberi nomor dan diberi kotak/dalam kotak itulah urutan raja-raja Singosari. Raja pertama sampai ketiga yang diberi tanda (*) mati dibunuh karena persoalan perebutan tahta dan balas dendam. Dari kelima raja Singosari tersebut, raja Kertanegaralah yang paling terkenal, karena dibawah pemerintahan Kertanegara Singosari mencapai puncak kebesarannya. Kertanegara bergelar Sri Maharajaderaja Sri Kertanegara mempunyai gagasan politik untuk memperluas wilayah kekuasaannya.
Apa yang dicita-citakan oleh Kertanegara, mengakibatkan daerah kekuasaan Singasari meluas. Untuk lebih jelasnya, simaklah gambar peta 15 berikut ini!

Gambar 15. Peta Kekuasaan Singosari
Setelah Anda menyimak gambar peta kekuasaan Singasari tersebut, yang perlu Anda ketahui bahwa kekuasaan tersebut dicapai oleh Kertanegara karena tindakan politiknya seperti:
a. Kebijakan dalan negeri
1. Pergantian pejabat kerajaan, bertujuan menggalang pemerintahan yang kompak.
2. Memelihara keamanan dan melakukan politik perkawinan. Tujuannya menciptakan kerukunan dan politik yang stabil.

b. Kebijakan Luar Negeri
1. Menggalang persatuan ‘Nusantara’ dengan mengutus ekspedisi tentara Pamalayu ke Kerajaan Melayu (Jambi). Mengutus pasukan ke Sunda, Bali, Pahang.
2. Menggalang kerjasama dengan kerajaan lain. Contohnya menjalin persekutuan dengan kerajaan Campa.
Dari tindakan-tindakan politik Kertanegara tersebut, di satu sisi Kertanegara berhasil mencapai cita-citanya memperluas dan memperkuat Singasari, tetapi dari sisi yang lain muncul beberapa ancaman yang justru berakibat hancurnya Singasari. Ancaman yang muncul dari luar yaitu dari tentara Kubilai-Khan dari Cina Mongol karena Kertanegara tidak mau mengakui kekuasaannya bahkan menghina utusan Kubilai-khan yaitu Meng-chi. Dari dalam adanya serangan dari Jayakatwang (Kadiri) tahun 1292 yang bekerja sama dengan Arya Wiraraja Bupati Sumenep yang tidak diduga sebelumnya. Kertanegara terbunuh, maka jatuhlah Singasari di bawah kekuasaan Jayakatwang dari Kediri. Setelah Kertanegara meninggal maka didharmakan/diberi penghargaan di candi Jawi sebagai Syiwa Budha, di candi Singasari sebagai Bhairawa. Di Sagala sebagai Jina (Wairocana) bersama permaisurinya Bajradewi. Untuk memperjelas pemahaman Anda, tentang candi Singosari tempat Kertanegari di muliakan, maka simaklah gambar 16. berikut ini!

Gambar 16. Candi Singosari
Setelah Anda menyimak gambar candi Singosari tersebut maka simaklah uraian materi berikut.
Dalam kitab Pararaton maupun Negara Kertagama diceritakan bahwa kehidupan sosial masyarakat Singosari cukup baik karena rakyat terbiasa hidup aman dan tenteram sejak pemerintahan Ken Arok bahkan dari raja sampai rakyatnya terbiasa dengan kehidupan religius. Kehidupan religius tersebut dibuktikan dengan berkembangnya ajaran baru yaitu ajaran Tantrayana (Syiwa Budha) dengan kitab sucinya Tantra.
Ajaran Tantrayana berkembang dengan baik sejak pemerintahan Wisnuwardhana dan mencapai puncaknya pada masa Kertanegara, bahkan pada akhir pemirintahan Kertanegara ketika diserang oleh Jayakatwang, sedang melaksanakan upacara Tantrayana bersama Mahamantri dan pendeta terkenal.

Dalam kehidupan ekonomi, walaupun tidak ditemukan sumber secara jelas. Ada kemungkinan perekonomian ditekankan pada pertanian dan perdagangan karena Singosari merupakan daerah yang subur dan dapat memanfaatkan sungai Brantas dan Bengawan Solo sebagai sarana lalu lintas perdagangan dan pelayaran.

Singosari banyak meninggalkan bangunan berupa candi yang berhubungan dengan agama yaitu seperti candi Kidal, candi Jago, candi Singosari dan patung Joko Dolok yang merupakan perwujudan Kertanegara terletak di simpang tiga Surabaya, Jatim.

Demikianlah uraian materi tentang kerajaan Singasari maka untuk mengukur tingkat pemahaman Anda, silahkan kerjakan latihan soal berikut ini!
1. Sebutkan 2 tindakan Ken Arok sebelun menjadi raja Singasari!
2. Asal usul Ken Arok dapat diketahui melalui ….
3. Raja Singasari terbesar adalah ….
4. Agama yang berkembang pada masa Kertanegara adalah ….
5. Tindakan Kertanegara dalam rangka memperluas kedudukan sebagai raja Singasari adalah ….
6. Tujuan dan ekspedisi pamelayu adalah ….
7. Kerajaan Kertanegara mengalami kehancurannya karena ….
8. Setelah Kertanegara wafat maka dimuliakan di candi Singasari sebagai ….
9. Bukti adanya kerajaan Singasari diketahui melalui ….
10. Ken Arok menjadi raja Singosari melahirkan dinasti ….

Setelah Anda mengerjakan latihan soal tersebut, untuk memantapkan hasilnya cocokkan jawaban Anda dengan jawaban berikut ini.
1. a. Membunuh Tunggul Ametung dan memperistri Ken Dedes.
b. Menyerang kerajaan Kediri/Kertajaya.
2. Kitab Pararaton
3. Kertanegara
4. Tantayana
5. a. menyingkirkan lawan-lawan politiknya.
b. melaksanakan politik perkawinan.
6. Menjalin persahabatan dengan kerajaan-kerajaan Melayu.
7. Diserang oleh Jayakatwang tahun 1292.
8. Bhairawa
9. Kitab Pararaton dan Negarakertagama. Candi Singosari, Kidal, Jago dan sebagainya.
10. Rajasa

SEJARAH
Ketika kerajaan Singhasari dibawah kepemimpinan Akuwu Tunggul Ametung yang beristrikan Ken Dedes, kerajaan itu dibawah kekuasaan Kerajaan Kediri. Pusat pemerintahan Singhasari saat itu berada di Tumapel. Baru setelah muncul Ken Arok yang kemudian membunuh Akuwu Tunggul Ametung dan menikahi Ken Dedes, pusat kerajaan berpindah ke Malang , setelah berhasil mengalahkan Kerajaan Kediri. Kediri saat itu jatuh ke tangan Singhasari dan turun statusnya menjadi kadipaten. Sementara Ken Arok mengangkat dirinya sebagai raja yang bergelar Prabu Kertarajasa Jayawardhana atau Dhandang Gendhis (1185 – 1222).
Kerajaan ini mengalami jatuh bangun. Semasa kejayaan Mataram, kerajaan-kerajaan di Malang jatuh ke tangan Mataram, seperti halnya Kerajaan Majapahit. Sementara pemerintahan pun berpindah ke Demak disertai masuknya agama Islam yang dibawa oleh Wali Songo. Malang saat itu berada di bawah pemerintahan Adipati Ronggo Tohjiwo dan hanya berstatus kadipaten. Pada masa-masa keruntuhan itu, menurut Folklore, muncul pahlawan legendaris Raden Panji Pulongjiwo. Ia tertangkap prajurit Mataram di Desa Panggungrejo yang kini disebut Kepanjen (Kepanji-an). Hancurnya kota Malang saat itu dikenal sebagai Malang Kutho Bedhah.
Bukti-bukti lain yang hingga sekarang merupakan saksi bisu adalah nama-nama desa seperti Kanjeron, Balandit, Turen, Polowijen, Ketindan, Ngantang dan Mandaraka. Peninggalan sejarah berupa candi-candi merupakan bukti konkrit seperti :
Candi Kidal di Desa Kidal Kec. Tumpang yang dikenal sebagai tempat penyimpanan jenazah Anusapati.
Candi Singhasari di Kec. Singosari sebagai penyimpanan abu jenazah Kertanegara.
Candi Jago / Jajaghu di Kec. Tumpang merupakan tempat penyimpanan abu jenazah Wisnuwardhana.
Pada zaman VOC, Malang merupakan tempat strategis sebagai basis perlawanan seperti halnya perlawanan Trunojoyo (1674 – 1680) terhadap Mataram yang dibantu VOC. Menurut kisah, Trunojoyo tertangkap di Ngantang. Awal abad XIX ketika pemerintahan dipimpin oleh Gubernur Jenderal, Malang seperti halnya daerah-daerah di nusantara lainnya, dipimpin oleh Bupati.
Bupati Malang I adalah Raden Tumenggung Notodiningrat I yang diangkat oleh pemerintah Hindia Belanda berdasarkan resolusi Gubernur Jenderal 9 Mei 1820 Nomor 8 Staatblad 1819 Nomor 16. Kabupaten Malang merupakan wilayah yang strategis pada masa pemerintahan kerajaan- kerajaan. Bukti-bukti yang lain, seperti beberapa prasasti yang ditemukan menunjukkan daerah ini telah ada sejak abad VIII dalam bentuk Kerajaan Singhasari dan beberapa kerajaan kecil lainnya seperti Kerajaan Kanjuruhan seperti yang tertulis dalam Prasasti Dinoyo. Prasasti itu menyebutkan peresmian tempat suci pada hari Jum`at Legi tanggal 1 Margasirsa 682 Saka, yang bila diperhitungkan berdasarkan kalender kabisat jatuh pada tanggal 28 Nopember 760. Tanggal inilah yang dijadikan patokan hari jadi Kabupaten Malang. Sejak tahun 1984 di Pendopo Kabupaten Malang ditampilkan upacara Kerajaan Kanjuruhan, lengkap berpakaian adat zaman itu, sedangkan para hadirin dianjurkan berpakaian khas daerah Malang sebagaimana ditetapkan.

tulisan ini saya ambil dari mas Bambang Widjanarko



Kenarok dan Sejarahnya
September 13, 2008, 1:46 pm
Filed under: Uncategorized

tulisan sejarah ini berasal dari wikipedia

Terbunuhnya Tunggul Ametung

Tunggul Ametung, kepala daerah Tumapel (cikal bakal Singhasari) yang saat itu adalah bawahan dari Kerajaan Kadiri yang saat itu diperintah oleh Kertajaya yang bergelar “Dandang Gendis” (raja terakhir kerajaan ini). Tumapel sendiri adalah pecahan dari sebuah kerajaan besar yang dulunya adalah Kerajaan Jenggala yang dihancurkan Kadiri, dimana kedua-duanya awalnya adalah satu wilayah yang dipimpin oleh Airlangga.

Ken Arok membunuh Tunggul Ametung untuk mendapatkan istrinya yang cantik, Ken Dedes. Ken Arok sendiri saat itu adalah pegawai kepercayaan dari Tunggul Ametung yang sangat dipercaya. Latar belakang pembunuhan ini adalah karena Ken Arok mendengar dari Brahmana Lohgawe bahwa “barang siapa yang memperistri Ken Dedes akan menjadi Raja Dunia“.

Sebelum Ken Arok membunuh Tunggul Ametung, keris ini dipinjamkan kepada rekan kerjanya, yang bernama Kebo Ijo yang tertarik dengan keris itu dan selalu dibawa-bawanya kemana mana untuk menarik perhatian umum. Bagi Ken Arok sendiri, peminjaman keris itu adalah sebagai siasat agar nanti yang dituduh oleh publik Tumapel adalah Kebo Ijo dalam kasus pembunuhan yang dirancang sendiri oleh Ken Arok. Siasatnya berhasil dan hampir seluruh publik Tumapel termasuk beberapa pejabat percaya bahwa Kebo Ijo adalah tersangka pembunuhan Tunggul Ametung. Ken Arok yang saat itu adalah orang kepercayaan Tunggul Ametung langsung membunuh Kebo Ijo yang konon, dengan keris pusaka itu.

[sunting] Terbunuhnya Ken Arok

Setelah membunuh Tunggul Ametung, Ken Arok mengambil jabatannya, memperistri Ken Dedes yang saat itu sedang mengandung dan memperluas pengaruh Tumapel sehingga akhirnya mampu menghancurkan Kerajaan Kediri. Ken Arok sendiri akhirnya mendirikan kerajaan Singhasari.

Rupanya kasus pembunuhan ini tercium oleh Anusapati, anak Ken Dedes dengan ayah Tunggul Ametung. Anusapati, yang diangkat anak oleh Ken Arok mengetahui semua kejadian itu dari ibunya, Ken Dedes dan bertekat untuk menuntut balas. Anusapati akhirnya merancang pembalasan pembunuhan itu dengan menyuruh seorang pendekar sakti kepercayaannya, Ki Pengalasan.

Pada saat menyendiri di kamar pusaka kerajaan, Ken Arok mengamati pusaka kerajaan yang dimilikinya. Salah satu pusaka yang dimilikinya adalah keris tanpa sarung buatan Mpu Gandring yang dikenal sebagai Keris Mpu Gandring. Melihat ceceran darah pada keris tersebut, ia merasa ketakutan terlebih lebih terdengar suara ghaib dari dalam keris tersebut yang meminta tumbal. Ia ingat kutukan Mpu Gandring yang dibunuhnya, dan serta merta mebantingnya ke tanah sampai hancur berkeping-keping. Ia bermaksud memusnahkannya. Namun ternyata keris tersebut melayang dan menghilang. Sementara Anusapati dan Ki Pengalasan merancang pembunuhan tersebut, tiba-tiba keris tersebut berada di tangan Anusapati. Anusapati menyerahkan keris kepada Ki Pengalasan yang menurut bahasa sekarang, bertugas sebagai “eksekutor” terhadap Ken Arok. Tugas itu dilaksanakannya, dan untuk menghilangkan jejak, Anusapati membunuh Ki Pengalasan dengan keris itu.

[sunting] Terbunuhnya Anusapati

Anusapati mengambil alih pemerintahan Ken Arok, namun tidak lama. Karena Tohjaya, Putra Ken Arok dari Ken Umang akhirnya mengetahui kasus pembunuhan itu. Dan Tohjaya pun menuntut balas.

Tohjaya mengadakan acara Sabung Ayam kerajaan yang sangat digemari Anusapati. Ketika Anusapati lengah, Tohjaya mengambil keris Mpu Gandring tersebut dan langsung membunuhnya di tempat. Tohjaya membunuhnya berdasarkan hukuman dimana Anusapati diyakini membunuh Ken Arok. Setelah membunuh Anusapati, Tohjaya mengangkat dirinya sebagai raja menggantikan Anusapati.

Tohjaya sendiri tidak lama memerintah. Muncul berbagai ketidak puasan baik dikalangan rakyat dan bahkan kalangan elit istana yang merupakan keluarganya dan saudaranya sendiri, diantaranya Mahisa Campaka dan Dyah Lembu Tal. Ketidakpuasan dan intrik istana ini akhirnya berkobar menjadi peperangan yang menyebabkan tewasnya Tohjaya. Setelah keadaan berhasil dikuasai, tahta kerajaan akhirnya dilanjutkan oleh Ranggawuni yang memerintah cukup lama dan dikatakan adalah masa damai kerajaan Singashari. Sejak terbunuhnya Tohjaya, Keris Mpu Gandring hilang tidak diketahui rimbanya.

[sunting] 7 Turunan Ken Arok

Keris Mpu Gandring ini menurut beberapa sumber spritual sebenarnya tidak hilang. Dalam arti hilang musnah dan benar-benar tidak ketahuan keberadaannya. Pada bagian ini tak hendak membahas masalah itu. Pada bagian ini hendak mengajak para pembaca untuk sejenak menganalisa “keampuahan” atau “tuah” dari keris itu maupun pembuatnya (Mpu Gandring).

Di akhir hayatnya di ujung keris buatannya sendiri, Mpu Gandring mengutuk Ken Arok, bahwa keris itu akan menelan korban tujuh turunan dari Ken Arok. Sekarang marilah kita hitung. Dalam sejarah ataupun legenda yang kita ketahui, ternyata “hanya” ada 6 (enam) orang yang terbunuh oleh Keris Mpu Gandring. Yaitu : 1. Mpu Gandring, Sang Pembuat Keris. 2. Kebo Ijo, rekan Ken Arok. 3. Tunggul Ametung, Penguasa Tumapel pada saat itu. 4. Ken Arok, Pendiri Kerajaan Singasari. 5. Anusapati, Anak Ken Dedes yang membunuh Ken Arok. 6. Tohjaya, Anak Ken Arok dengan Ken Umang.

Dari daftar itu, ternyata “hanya” enam orang yang terbunuh dengan Keris Mpu Gandring. Itu pun hanya 1 (keturunan) dari Ken Arok yang dibunuh dengan Keris Mpu Gandring. Jika Ken Arok “dianggap” yang termasuk dalam daftar 7 orang yang “terkutuk”, maka baru ada 2 (dua) orang dari trah Ken Arok yang terbunuh dengan Keris Mpu Gandring. Sedangkan daftar lainnya bukanlah sanak kadang dari Ken Arok itu sendiri. Nah, jika “tuah” kutukan Sang Mpu benar-benar manjur. Maka kita harus mulai menelusuri silsilah keluarga besar kita. Jangan-jangan masih termasuk dalam “trah” (Keluarga Besar Keturunan Ken Arok) yang kita tahu “baru” 1 orang keturunan dari Ken Arok yang terbunuh dengan keris itu. Atau paling tidak ada dua, jika Ken Arok termasuk didalamnya. Atau bisa jadi Kutukan Sang Mpu tidak hanya termasuk dalam 7 orang keturunan Ken Arok, tapi 7 orang saja dan itu bisa siapa saja. Namun demikian kita tetap harus berhati-hati, karena keris itu belum lengkap memakan 7 nyawa manusia, alias masih ada 1 orang lagi yang menunggu giliran untuk terbunuh dengan Keris Mpu Gandring. Atau kita berharap saja agar Mpu Gandring tidaklah “se-ampuh” legendanya, terbukti dengan gagalnya memenuhi tenggat waktu pembuatan keris pesanan Ken Arok.