umpatan dan pujian Kenarok3000


di mana nasionalisme anda?
Agustus 19, 2008, 10:27 am
Filed under: Uncategorized

Hisap Ganja Saat Perayaan Kemerdekaan RI

MEDAN-Peringatan detik-detik proklamasi kemerdekaan RI ke-63, Minggu (17/8) ternoda akibat ulah tak bertanggung jawab dua napi dan seorang calon pegawai  di Lapas klas II Binjai.
Sekira pukul 14.30 WIB, Petugas Keamanan Dalam (Kamdal) Lapas Binjai memergoki dua orang napi dan seorang calon pegawai Lapas sedang pesta ganja. Saat itu Lapas  usai menyelenggarakan upacara detik-detik proklamasi. Dalam pengusutan lebih lanjut, petugas mendapati sejumlah sampul ganja yang belum diracik menjadi rokok oleh ketiganya. “Petugas di sana mendapati ketiganya sedang menghisap ganja saat para napi dan pegawai sedang bernyanyi dengan organ  usai upacara,” kata Sugihartoyo BCip, Kepala Divisi Pemasyarakatan Kanwil Depkumham Sumut.
Sugihartoyo mengaku pihaknya mendapat informasi itu dari Kalapas Binjai melalui pesan singkat ponselnya. Pihaknya kata, Sugihartoyo belum mengambil sikap terkait adanya temuan tersebut. “Saya belum dapat laporan lengkap dan resmi dari Kalapas Binjai. Nanti kalau laporan itu sudah resmi, kita akan menentukan sikap terhadap pristiwa memalukan ini,” paparnya.
Sugihartoyo  mengakui, prinsip Kanwil Depkumham Sumut adalah jika ada petugas lapas yang tertangkap tangan memiliki narkoba, maka kanwil akan menyerahkan sepenuhnya pada proses hukum yang berlaku.
Penodaan terhadap perayaan “sakral” bangsa Indonesia itu  berawal dari kemeriahan yang terjadi saat perayaan HUT Kemerdekaan. Napi yang dikeluarkan dari bloknya berkumpul di lapangan tengah lapas dan ikut merayakan HUT RI diluar sel. Ketiganya pun beraksi saat perhatian petugas keamanan terfokus di lapangan mengawasi para napi yang sedang berjoget mengikuti irama organ  yang disediakan pihak lapas.
Temuan ini menurut Alimuddin SS selaku Komisaris Utama Komunitas Mahasiswa Anti Narkotiok (Koma_Titik) Sumatera Utara menandakan masih banyaknya celah di lapas dan rutan bagi masuknya narkoba ke dalam rutan. Padahal setelah insiden ditemukannya jaringan peredaran gelap ekstasi di Rutan Tanjung Gusta, hingga mengakibatkan penggerebekan besar-besaran oleh Direktorat Narkoba Paoldasu tahun lalu pihak lapas berjanji akan meningkatkan pengawasan terhadap keluar masuknya barang-barang di Lapas. “Di Tanjung Gusta mungkin steril, tapi di Lapas daerah? Siapa yang mengawasi?. Depkumham harus menciptakan sistem yang dapat diterapkan di seluruh rutan dan lapas yang ada. Kalau tidak percuma saja,” ketusnya.(ba)


Tinggalkan sebuah Komentar so far
Tinggalkan komentar



Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s



%d blogger menyukai ini: