umpatan dan pujian Kenarok3000


Jualan Kursi Parlemen
Agustus 19, 2008, 9:23 am
Filed under: Uncategorized

selamat sore!!. saya ingin menceritakan sebuah fenomena aneh di indonesia. coba anda ingat-ingat saat usia kita mungkin masih anak-anak apabila anda sebaya saya (mumru saya 28 tahun). berapa partai yang ikut pemilu tahun 1982 atau tahun 1987, 1992 sB 1997. ingat kan cuma 3 partai. tapi sejak tahun 1999 kita seperti mundur kebelakang di tahun 1955 dimana kita (NKRI) masih baru beranjak menjadi negara balita. ada puluhan partai politik. jika ditahun 1955 partai politik berbeda idiologi. kini partrai politik idiologinya sama. yaitu tidak beridiologi. mungkin cuma PKS, PKNU, PDS dan partai berbasis agama yang ada idiologinya (tapi itupun diatas kertas).

saya telah menamatkan sarjana saya. bingung dengan begitu banyaknya partai politik. apalagi mamak, nenek dan tetangga saya yang ada di desa-desa sekitar perkebunan?. semua mengaku bingung memilih partai apa. sebab semua partai hampir mirip jargon, cara pandang dan teknis kerjanya. apalagi tujuannya -kekuasaanII-. itulah tujuan mereka. ramai-ramai iklan di TV, najalah dan koran. untuk menarik simpatik rakyat jelata di desa-desa supaya memilih partai mereka. lalu kita ditinggalkan kelaparan, tak punya rumah, sakit, tidur dikolong jembatan dan tak sekolah.

apa arti partai bagi kita?. coba kita fikirkan. apa coba?. jika sebuah partai mampu memberi anak-anak kita sekolah gratis, berobat gratis dan rumah yang layak huni namun berharga murah saya akan pilih partai itu. tapi apakah ada?. yang mampu menyediakan rumah terjangkau. rumah sakit gratis dan sekolah gratis bagi anak kita?. beranmikah mereka kita tantang? yang ada cuma janji. lebih parahnya lagi trend saat ini, partai politik sudah tak berani berjanji sebab nanti pasti ditagih.

yang ada cuma slogan anti kapitalisme, anti komunis, anti narkoba, anti seks bebas, anti ini, anti itu anti semua. tapi tak di tegaskan apakah ia anti berbohong apa tidak. semua semu dan fatamorgana.

saya sudah merasakan sakitnya menjadi antek-antek parpol. tahun 2004 lalu saya ikut menjadi satuan tugas protokoler partai yang basisnya organ pemuda. tapi apa lacur. saya terbuang sia-sia. hanya dijadikan alat untuk mempercantik kampanye mereka.

ini bukan curhat ini hanya ekspresi kekesalan yang mungkin tak sebanding dengan kekkecewaan para veteran perang kemerdekaan kita.

bagi saya parpol masih sangat penting demi menyalurkan aspirasi dan mendidik masyarakat untuk mengerti dengan tujuan didirikannya negara ini. tapi siapakah yang mau bekerja tanpa dibayar?. siapakah pemimpin partai yang memang tulus berjuang memimpin orang-orang berbaris lalu memenangkan partai dan duduk di parlemen guna menekan eksekutif untuk terus membangun jalan tol, membangun jembatan, membangun rumah ibadah, membangun sekolah-sekolah membanguna rumah murah, membangun rumah sakit bertaraf internasional yang murah dan membangun tempat-tempat penityipan jompo dan gelandangan yang  tidak bayar.


Tinggalkan sebuah Komentar so far
Tinggalkan komentar



Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s



%d blogger menyukai ini: