umpatan dan pujian Kenarok3000


Kejatisu Emank Lambat
Agustus 19, 2008, 10:26 am
Filed under: Uncategorized

Kejatisu Lamban Tangani Dugaan Korupsi PLN Kitsu

MEDAN-Penanganan kasus dugaan korupsi di PLN Pembangkit Sumatera Utara (Kitsu) masih lambat. Penilaian tersebut disampaikan praktisi hukum, Julheri Sinaga SH. Dikatakan Julheri, karena lambatnya, maka seharusnya penanganan kasus tersebut diserahkan ke Komisi pemberantasan Korupsi (KPK).
“Kasus tersebut diduga merugikan negara miliaran rupiah. Saya mencatat Kejatisu telah dua tahun menangani kasus ini, tapi belum rampung juga. Jadi, sudah layak pihak KPK mengambil-alih kasus itu,” katanay kepada Suara Pancasila Jumat (15/8).
Zulheri mengemukakan, hingga saat ini tidak kurang dari dua kasus dugaan korupsi di PT PLN yang sedang ditangani Kejatisu, masing-masing pengadaan spare part mesin pembangkit listrik senilai Rp1,3 miliar dan proyek assesmen Sumber Daya Manusia (SDM) sebesar Rp 700 juta. Julheri menyarankan Dalam melakukan penyelidikan maupun penyidikan, pihak Kejatisu harus melakukan investigasi terhadap dugaan korupsi tersebut.
“Terhadap dugaan kasus korupsi pengadaan spare part pembangkit, pihak Kejatisu tidak bisa hanya melakukan penyidikan dengan cara membaca hasil laporan tertulis. Penyidik jaksa juga harus melakukan investigasi terhadap dugaan korupsi itu, di lapangan” katanya.
Menurutnya, jika dugaan korupsi dalam pengadaan sparepart tersebut terbukti, maka sebenarnya masyarakat Sumut telah menanggung akibatnya. “Yakni bertahun-tahun mengalami pemadaman aliran listrik secara bergilir,” jelasnya.
Namun, juru bicara KPK, Johan Budi, yang dihubungi melalui telepon mengaku belum berencana untuk mengambil-alih penanganan kasus tersebut. “Untuk melakukan pengambilalihan penanganan kasus, ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi,” tukas Johan. Kendati demikian, pihaknya tetap melakukan supervisi terhadap penanganan kasus korupsi yang sedang dilakukan Kejatisu. Hanya saja, Johan tidak dapat memastikan kasus dugaan korupsi PLN itu termasuk dalam kasus yang disupervisi KPK. “Hingga kini, belum ada rencana kami untuk mengambil alih penanganan kasus itu. Hanya saja, memang kami melakukan supervisi terhadap penangan kasus-kasus korupsi di Kejatisu,” tandasnya.
Sementara Agus Djaya SH, Asisten Pidana Khusus (Aspidsus) Kejatisu mengaku tidak menangani perkara PLN Kitsu tersebut. “Itu perkara ditangani Inteljen Kejatisu kami tak ikut  menyelidik,” tegasnya.
Namun ketika ponsel Asintel Yusfi SH hendak dihubungi, ponsel Asintel tidak bisa dihubungi oleh wartawan Suara Pancasila.
Perlu diketahui, akhir tahun 2007, kejatisu mulai melakukan pengusutan dugaan korupsi di PT PLN ini atas laporan masyarakat. Terkait Pelaksanaan proyek kerja sama antara PLN Kitsu dengan PT Sinergi. Proyek kerjasama itu dinilai melanggar Surat Keputusan General Manager PT PLN (Persero) Kitsu Nomor 118.K/GM-Kitsu/2007 tanggal 2 Januari 2008, tentang Pengadaan Barang dan Jasa. Selain itu, persoalan tersebut juga diduga keras melanggar Keputusan Direksi PT PLN (Persero) Nomor 100.K/010/DIR/2004 tanggal 27 Juni 2004, soal batas kewenangan pengadaan jasa konsultasi. Dalam kasus itu masyarakat mengendus adanya korupsi dalam kontrak kerja senilai Rp700 juta disediakan PT PLN Kitsu untuk PT Sinergi Analis dalam menilai SDM karyawan pada 2007. (ba)


Tinggalkan sebuah Komentar so far
Tinggalkan komentar



Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s



%d blogger menyukai ini: