umpatan dan pujian Kenarok3000


Asmara Subuh di Medan
September 1, 2008, 8:53 pm
Filed under: Uncategorized

Lebih Dekat Dengan Remaja Medan Metropolitan Saat Ramadhan Tiba
//Bukannya Kemesjid, mereka Memadati jalanan dengan sepeda motor dan menciptakan polusi udara dipagi hari//

oleh Budi Alimuddin

Dinginnya subuh masih terasa menusuk tulang saya di hari Senin (1/9), kemarin. Satu pagi yang indah  dan damai dalam suasana bulan Ramadhan 1429 hijriah tahun 2008 Masehi mengingatkan saya pada kegiatan olahraga pagi.

Saya berbegagas memungut sepatu lari saya di belakang pintu kost dan memakainya lalu langsung menghambur ke arah jalan sumber menuju pintu masuk samping kanan kampus USU Medan.. Belum genap pukul 06.00 ternyata jalan universitas telah dipenuhi oleh remaja sekitar kampus  yang dandanannya tidak seperti orang yang akan berolahraga. Namun lebih kepada dandanan orang-orang yang akan pergi ke mall atau sekedar jalan-jalan sore ke kota. Uniknya lagi, remaja-temaja itu sebagian mengendarai sepeda motor dengan berbagai merek dengan cara yang salah dan ugal-ugalan.

Deni Harahap (16) mengendarai motor Yamaha Mio keluaran terbaru yang telah ia  modifikasi mengakui kampus USU adalah tempat yang nyaman untuk olahraga dan ngeceng. Namun ia mengakui jalan universitas tak seramai Taman Stadion Teladan, Jalan Asrama Haji atau Ringorad Medan di belakang perumahan Taman Setiabudi Indah. “Ini masih sedikit dan jauh dari ugal-ugalan bang. Kalau Abang jalan ke jalan Asrama Haji Medan (AH Nasution), diasana abang akan lihat sepanjang ruas jalan itu penuh dengan sepeda motor remaja yang berjalan beriringan,” ujarnya saat diajak berbincang Suara Pancasila.

Dengan rasa penasaran yang tinggi, Wartawan Koran ini mencoba menyisir lokasi yang disebutkan Deni tadi. Benar saja, taman dan jalan Stadion Teladan Medan sudah penuh dengan para remaja baik yang berjalan kaki maupun yang memakai kenderaan roda dua. Bahkan ibu-ibu dan anak-anak yang sedang melakukan senam pagi dengan bantuan pengeras suara, seperti tenggelam ditelan suara berbagai macam jenis sepeda bermotor.

Ditaman Stadion yang berbentuk bulat tepat di seberang gerbang utama stadion kebanggan warga Medan itu, remaja hilir mudik berjalan dengan cara bergerombol sembari bercengkarama. Sementara di trotoar jalan, ratusan motor yang di tumpangi oleh pemiliknya terparkir. Amatan awak Koran ini remaja-remaja itu terlihat hanya bengong, sesekali tertawa melihat tingkah temannya yang lucu.

Perjalanan Suara Pancasila pagi itu diteruskan sampai ke asrama haji, walaupun matahari telah memancarkan sinarnya sehingga seluruh alam terang benderang termasuk Kota Medan, namun kegiatan mengendarai sepeda motor denga cara berkonvoi dan memarkirkan sepeda motornya di trotoar jalan AH Nasution masih terus berlangsung.

Kita tinggalkan asrama haji, jalan ring road Kota Medan yang menembus perumahana mewah terbesar Kota Medan , taman Setia Budi Indah, ternyata jauh lebih ramai dan jauh lebih polutif dari jalan asrama haji. Sejak memasuki kawasan perumahan taman Setiabudi Indah sudah terlihat deretan sepeda motor terparkir disisi kanan dan kiri jalan ringroad yang belum diberi nama itu. Dalam amatan Suara Pancsila diperkirakan, ribuan kenderaan roda dua dari berbagai merek dan jenis terparkir rapi sepanjang 1 Km. terutama parkiran yang menumpuk terlihat di dekat pom bensin Petronas dan Pertamina serta restoran cepat saji KFC Ringroad Medan.

Rata-rata para remaja itu berpasang-pasangan, mereka terlihat sibuk dengan aktivitas masing-masing. Namun tidak jelas apa yang sedang mereka lakukan. Putri, salah satunya. Gadis yang duduk di bangku SMA di salah satu sekolah yang ada di Medan ini saat ditanyai tentang aktivitas yang dilakukan para ABG yang ada di jalan ringorad mengatakan para anak baru gede yang memadati Stadion Teladan beragam aktivitasnya. Ada yang memanfaatkan untuk berolah raga, jalan-jalan pagi bahkan sampai pacaran. “Ada sebahagian ABG yang datang untuk berolahraga, ada juga yang sekedar jalan-jalan pagi, bahkan ada yang pacaran alias asmara subuh. Kalau saya kemari mau  jalan-jalan aja“ katanya tersipu.

Hampir setiap hari di bulan Ramadhan jalan ringroad banyak dipadati para ABG. Sepertinya hal tersebut sudah menjadi tradisi bagi para anak baru gede ini. Sehingga mereka tidak mau ketinggalan datang ke sana.

Ironis memang menyikapi hal tersebut, bulan Ramadhan yang merupakan bulan penuh dengan rahmat dan karunia ini harus dicemari dengan kegiatan-kegiatan yang tidak seharusnya dilakukan. Asmara subuh telah menjadi lagu wajib bagi sebagian remaja, daripada harus membaca Al-Quran ataupun mendengarkan ceramah-ceramah agama.

Ketua Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Putra Surbakti, mahasiswa Fakultas Sastra USU, berkomentar, bahwa asmara Subuh yang banyak dilakukan oleh remaja sekarang, sebenarnya merupakan kegiatan yang kurang bermanfaat. “Seharusnya sebagai kaum Muslimin, bulan puasa ini kita lebih bisa mendekatkan diri dengan Allah, seperti dengan banyak-banyak membaca Al-Quran dari pada sehabis shalat subuh jalan-jalan,” ujarnya

Ditemui di tempat terpisah, ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Sumatera Utara, Prof Dr Abdullah Syah berargumentasi kegiatan seperti asmara subuh dapat menghilangkan pahala puasa. “Asmara subuh yang banyak dilakukan oleh remaja sekarang ini sudah sangat memprihatinkan, mereka bahkan tanpa merasa malu, seperti berboncengan dengan kereta antara laki-laki dan perempuan di jalan-jalan, jelas itu kan bisa menghilangkan pahala puasa.”

Ditambahkan Abdullah, seharusnya pihak aparat juga melakukan razia terhadap tempat-tempat yang menjadi titik kumpul remaja untuk melakukan asmara subuh, karena kalau kita lihat, mereka banyak yang melakukan hal-hal yang membahayakan orang lain seperti kebut-kebutan menggunakan kendaraan,.


Tinggalkan sebuah Komentar so far
Tinggalkan komentar



Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s



%d blogger menyukai ini: