umpatan dan pujian Kenarok3000


Saya, Pemuda, Mahasiswa dan Perguruan Tinggi Saya
September 13, 2008, 3:41 pm
Filed under: Uncategorized
Budi Alimuddin

Budi Alimuddin

Mahasiswa dan Pemuda Dalam Koridor Perubahan

Budi Alimuddin SS (Wartawan, Alumni HMI Komisariat Fakultas Sastra USU)

Disarikan dari berbagai sumber :

Jawab pertanyaan ini (Dalam Konteks Mahasiswa Dan Pemuda) sebelum anda membaca point-point dibawah :

1. siapa saya?

2. dimana saya?

3. untuk siapa saya?

4. kemana saya akan pergi?

Identifikasi diri anda secepatnya sesuai intelegensia anda.

Lalu pejamkan mata anda selama 5 menit. Dan bayangkan perjalanan anda hingga sampai di ruangan ini saat ini!!!. jangan dibuka sebelum anda dapat mengidentifikasi diri anda.

Sebuah curahan hati dan pikiran hasil amatan dan pengalaman

Saat kecil mungkin anda semua bercita-cita ingin menjadi orang yang benar-benar berguna dalam segala hal. Minimal untuk diri anda sendiri, mama anda, papa anda atau nenek anda. Itu pasti!. Apakah itu anda ingin gagah menjadi tentara, polisi, dokter, pilot, pemain film, kepala daerah atau apalah yang berbau-bauh gagah, kaya dan terkenal.

Namun lihat diri anda sekarang. Perhatikan warna pakaian, cara berpakaian, rambut, kopiah, tas sepatu dan bila perlu kaos kaki anda dilihat. Apa yang anda simpulkan?. Biasa-biasa saja. Sebab anda sedang mendaki menuju impian anda.

Lalu apa hubungannya dengan materi kita?.

Jika anda sudah menemukan identitas dalam konteks mahasiswa dan pemuda anda akan mendapati diri anda adalam tumpuan dan harapan keluarga anda. Coba hitung berapa saudara anda yang mampu kuliah?. Dan hitung juga saudara anda yang tak mampu kuliah bahkan tak mampu sekolah. Coba mulai dihitung.

Jika sudah dapat, coba kembali ke tingkah diri anda sejenak saat ini dan selama ini.

Mahasiswa atau anak kuliahan, kata saudara kita yang tak kenal bangku PT (perguruan tinggi) adalah orang cerdas, pintar, kaya, dan beruntung.

Apakah kita memungkiri hal itu?. Tidak pastinya. Memang saya, anda dan kita adalah orang yang beruntung. Dalam hal pendidikan tinggi. Cerdas?. Pasti cerdas, wong kuliah itu rumit kok. Pintar?. Pasti pintar sebab ketika kita masuk ke PT kita dijejali dengan berbagai teori, analisis, dan kasus-kasus unik.

Lalu ketika kita orang yang beruntung? Apakah kita lalu berniat membuntungi orang yang tak beruntung?. (Maksud saya, membodohi orang yang tak beruntung tadi?). tentu enggak kan bro…?.

Inilah kewajiban kita sebagai mahasiswa. Sesuai dengan tiga tujuan dasar di dirikannya perguruan tinggi. Yaitu pendidikan (mendidik diri sendiri dan orang lain). Penelitian (melakukan riset pada fenomena-fenomena demi kesejahteraan, keadilan, dan kemakmuran manusia). Dan pengabdia pada masyarakat, membuat jembatan keberuntungan pada masyarakat yang kurang beruntung tadi. Sebab kita orang yang beruntung, yaitu memiliki kecerdasan, keberuntungan, kesempatan dan tentunya modal untuk terus berjalan dan mengarungi gelombang kehidupan. Nah kalau yang tak memiliki itu semua?. Ia pasti akan kesulitan dalam mengarungi dunia ini. contohnya. Mengapa ada orang membunuh, merampok, mencuri dan melacurkan dirinya demi seusap nasi?. (lain kalau demi kekuasan ya). Karena untuk mencari makanan saja mereka tak memiliki kecerdasan, dan kepintaran. Akhirnya memilih jalan pintas. Ini gambaran umumnya. Kalian mahassiwa juga harus merasa turut bertanggung jawab tehadap maraknya pelacuran dan pembunuhan. Sebab kalian mahasiswa islam yang cerdas, pintar dan beruntung, yang mengerti arti dari islam itu sendiri.

Ok sampai disini ada yang kebingungan dengan cara penyampaian seperti ini?.

Nah kalau pemuda?. Namanya aja pemuda. Orang muda. Usia muda identik dengan kegagahan, tenaga yang kuat, konsentrasi yang masih stabil. Tanggung jawab pemuda udah banyak contohnya. Era kebangkitan nasional Indonesia. Era perebutan kemerdekaan, era mempertahankan kemerdekaan, era PKI, era reformasi, semnuanya pemuda yang bereran. Nah…Di zaman digital ini, pemuda tak bisa tidak harus mampu memimpin. Sebab yang bisa komputer, internet, fotografi digital, menulis secara digital itu ya pemuda. Kalian semua!, termasuk saya!.

Kalau ortu kita, ortu tetangga, ortu saudara kita, ortunya ortu kita bisa apa?. Mesin ketik aja ada yang gak bisa.benar kan?.

Kalianlah yang bertanggung jawab terhadap keutuhan NKRI, keutuhan silaturahim umat Islam Sedunia. Bukan siapa-siapa.

Jadi menjadi mahasiswa sekaligus pemuda itu berat. Namun patriotic. Kita menjadi diri sendiri. Melahap semua buku yang kita minati, sungguh-sungguh dalam melakukan riset, survey, menjalankan program organisasi terutama HMI. Kritis terhadap orang tua (birokrat kampus) yang menjadi pemimpin tetapi menipu kita tiap hari.

Saya sarankan banyak membaca buku-buku tentang riwayat tokoh-tokoh terkenal. Seperti Muhammad SAW, Shalahuddin Al Ayubi, che guavara, alexander the great, soekarno, suharto, bung hatta, mohammad nasir, lafran pane, adam malik, munir, napoleon bonaparte, dan banyak lagi tokoh pemuda yang dapat menginspirasi kita untuk tetap religius, patriotic, nasionalis, dan manusiawi.

Akhir kata, semoga sukses menempuh pendidikan non formal sebagai pemimpin melalui Himpunan Mahasiswa Islam (yang kiprahnya sudah diakui di Indonesia). Jangan salahs ebut ya. HMI adalah Himpunan Mahasiswa Islam. Jika ingin lebih dalam lagi ikut basic training HMI. Anda akan menemukan jawaban siapa anda dan mengapa anda harus ikut HMI.

Wassalam WR WB.

Yakin Usaha Sampai

Bersyukur dan Ikhlas

Bahagia HMI


Tinggalkan sebuah Komentar so far
Tinggalkan komentar



Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s



%d blogger menyukai ini: