umpatan dan pujian Kenarok3000


Bendahara Aslan Tunggu Giliran
November 20, 2008, 3:04 am
Filed under: Uncategorized

Bendahara Dishub Medan Syaparuddin Akan Disidang

Berkas Acara Pemeriksaan (BAP) dugaan korupsi APBD Medan sebear Rp 697,5 juta yang diperuntukan untuk dana sosialisasi lalu lintas dan pengangkatan pegawai honor Dishub Medan, dengan tersangka Bendahara Syafaruddin akan disidangkan di Pengadilan Negeri Medan.

”BAPnya akan kita serahkan ke Pengadilan untuk disidangkan,” kata Humas Kejatisu, Edi Irsan kepada wartawan, Rabu (12/11).

Menurut juru bicara Kajatisu ini, tim penyidik kini sudah mempersiapkan berkas perkara Syafaruddin yang menyangkut kasus korupsi yang juga melibatkan mantan Kepala Dishub Medan, Aslan Harahap yang menyalahgunaan uang APBD sebesar Rp 697,5 juta

Aslan yang divonis 1 tahun penjara subsider 3 bulan penjara sebelumnya di persidangan pernah mengakui di depan Hakim dan Jaksa bahwa korupsi ini jangan melibatkan dirinya saja. Terbukti, dalam penyidikan Kejatisu juga menyeret Bendahara Dishub Medan Syafaaruddin yang diduga bersekongkol dengan Aslan untuk mengerogoti uang kas daerah itu.

Sekadar mengingatkan, Dalam persidangan Aslan ketika itu dituntut 1,6 tahun namun dalam vonis Aslan dijatuhi hukuman 1 tahun penjara, ditambah dengan denda Rp50 juta dan mengganti kerugian negara 450 juta. Jika denda tidak dibayar maka sebagai gantinya 3 bulan kurungan, sedangkan bila kerugian negara tidak diganti maka diganti dengan kurungan 3 bulan penjara. Hanya saja, Aslan tidak mengganti uang Rp450 yang dikorupsinya, ia memilih menambah tiga bulan hukumannya. Hanya saja, belum sampai Aslan menjalani 1 tahun penjara plus tiga bulan tambahan kurungan ia sudah bebas.

Sidang Lanjutan Penyeludupan Kulit Trenggiling

Hakim Tolak Saksi Ahli

Setelah kemarin (Senin 10/11) Pengadilan Negeri (PN) Medan memvonis tiga penyelup kulit trenggiling, kini PN Medan menyidangkan terdakwa lain, Amir Hamzah, Kepala BKSDA Resort Belawan dalam dakwaan pemalsuan tanda tangan dan pemberian ijin dengan cara ilegal.

Sayangnya, dalam persidangan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Tri Chandra SH, tidak membawa saksi ahli yang tepat, sehingga majelis hakim yang diketuai Kartim Khaeruddin SH menolak keberadaan saksi yang duduk sbagai saksi ahli.

” Anda mengerti bagaiamana prosedur tentang kewenangan memberikan ijin tidak, gimana nih buk Jaksa., yah udah sidang ditunda minggu depan saja” kata majelis hakim
Ir Tandya, Saksi ahli ini, menurut majelis tidak memiliki kapasitas untuk menjadi saksi ahli dalam hal pengeluaran surat ijin,karena yang bersangkutan saksi ahli lulusan kehutanan bukanya dari BKSDA, sehingga tidak mengetahui bagaimana mekanisme pemberian ijin kepada 258 tranggiling yang telah mati,ungkap Kartim.
Sebelumnya tiga terdakwa yang terlibat secara bersama-sama melakukan penyelundupan 258 kulit  tringgiling  keluar negeri dari pelabuhan Belawan.Dua dari tiga terdakwa dikenakan tuntutan masing-masing 5 tahun penjara denda Rp 10 Juta subsidair 2 bulan kurungan dan divonis masing-masing 2 tahun denda Rp 5 juta subsider 1 bulan kurungan dan satu orang terdakwa lainnya dikenakan tuntutan 4,6 tahun penjara denda Rp 10 Juta Subsidair 2 bulan kurungan, kemudian divonis 1 tahun 6 bulan dengan denda dan subsider yang sama dengan dua tadi.


Tinggalkan sebuah Komentar so far
Tinggalkan komentar



Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s



%d blogger menyukai ini: