umpatan dan pujian Kenarok3000


Raja Bantah Menipu
November 20, 2008, 3:06 am
Filed under: Uncategorized
Dalam Persidangan
Raja Akui Dia Tak Menipu
Medan (Skala)
Sidang kasus penipuan dengan terdakwa Ahmad Raja Nasutioan (38) warga Jalan Nusa Indah Gang Kenanga Deli Serdang kembali digelar di Pengadilan Negeri Medan, Selasa (11/11).
Kali ini sidang yang digelar untuk mendengarkan keterangan terdakwa Ahmad Raja Nasutioan yang juga mantan Ketua FSPTI-SPSI Sumut tersebut dan saksi Awa Abel Sirait.
Pada keterangan terdakwa tersebut, Mantan Ketua FSPTI-Sumut dalam persidangan mengaku tidak pernah melakukan penipuan sebesar Rp 71 Juta kepada korban Magantan Tua Gultom.
Dimana terdakwa menuturkan keterangan tersebut dihadapan majelis hakim yang diketuai Hakim, Petriyanti SH didalam persidangan.
Raja membantah telah melakukan penipuan seperti yang disebutkan, salah seorang saksi Awa Abel Sirait. Saksi ini mengaku ada mendampingi Magantan Tua Gultom untuk menyerahkan sejumlah uang kepada Raja agar Mangantan bisa menjadi Ketua SPSI Kota Medan.
Pada waktu itu mereka mengadakan pertemuan di Hotel Semarak Medan 25 Desember 2007 lalu. Dalam pertemuan itu Raja meminta uang Rp5 juta. Selang beberapa pekan kemudian Raja kembali meminta uang Rp5 juta dengan mengambil lokasi yang sama. Permintaan Raja tidak sampai disitu saja. Beberapa pekan kemudian, Raja kembali meminta uang kepada Mangantan sebesar Rp 5 juta, namun kali ini mengambil lokasi di Hotel Novotel.
Berikutnya transaksi kembali terjadi di Hotel Novotel, Raja meminta uang sebesar Rp5 juta.”Cuma itu saja saya yang tahu, jumlahnya semuanya Rp20 juta,  pembayaran berikutnya saya tidak tahu lagi, yang katanya sampai Rp71 juta, karena saya tidak mendampingi kawan saya itu” kata saksi ini.
Raja yang duduk di samping saksi ini awalnya terlihat tenang mendengar pengakuan Awa. Usai memeriksa saksi, Raja pun dipersilahkan memberikan komentar oleh Hakim tentang keterangan Awa. Seketika itu juga Raja mengegakkan badannya sembari berkata,”Itu tidak benar Bu Hakim,” tepisnya.
Majelis Hakim pun langsung memerintahkan Raja untuk duduk di kursi pesakitan. Hakim pun memberikan pertanyaan mengapa Raja sampai menerima uang tersebut. Rajapun beralasan uang tersebut bukan berasal dari Mangantan melainkan kiriman dari Siantar dan Simalungun
.”Uang itu untuk membahas masalah SPSI di Jakarta, istilahnya uang sumbangsih selama di Jakarta bukan supaya dia jadi Ketua,” kilahnya.
Mendengar jawaban terdakwa Hakim pun langsung melontarkan pertanyaan.”Jadi mengapa anda sampai diadukan, saya tahu organisasi dengan tanda tangan ketua segala sesuatu bisa diatur dengan uang, benarkan itu” kata Hakim seraya disambut tepukan tangan oleh masyarakat yang menyaksikan jalannnya persidangan.
Mendengar pertanyaan Hakim tersebut, Raja pun berkata,”Ini sudah takdir Bu Hakim, saat saya menjabat Ketua masalah ini tidak ada, setelah saya digulingkan enam bulan lalu, kasus inipun muncul,” kilah pria berkumis ini.
Mendengar jawaban Raja, Majelis Hakimpun berkata,”Ini bukan takdir melainkan pilihan kamu,” tukas Hakim.
Sementara, Jaksa Penuntut Umum Elman Hulu SH tidak mengomentari pemeriksaan saksi dan terdakwa di dalam persidangan ini.
Sidang dilanjutkan pada Minggu depan, guna mendengarkan tuntutan dari JPU. (ded)

Tinggalkan sebuah Komentar so far
Tinggalkan komentar



Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s



%d blogger menyukai ini: